oleh

“Warga Pagar Batu Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan menduduki kembali lahan mereka karena bersengketa dengan PT. Artha Prigel

-Daerah, Utama-37 views

Pagar Batu – Hari ini, Kamis (07/05/2020), sejak jam 8 pagi Warga Desa Pagar Batu kembali mendatangi lahan konflik di PT. Artha Prigel. Menurut warga, kedatangan mereka melakukan Ziarah danklaim lahan, sekaligus pemasangan sepanduk rekomendasi RDP DPRD Lahat.


Dikatakan oleh salah seorang warga bernama Robi, sejarah telah mencatat bahwa negara ini merdeka bukan dengan merdunya suara bersin ikan paus, tetapi negara ini lahir oleh suara lantang para syuhada, yang akhirnya tidak sedikit diantara mereka gugur sebagai pejuang. Dan kejadian itu berulang di desa kecil dan terpencil yang memiliki sejarah panjang untuk Kabupaten Lahat yaitu Desa Pagar Batu.
Masyarakat Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, kembali menduduki dan atau mengklaim lahan seluas 180.36 hektar dan berkonflik dengan PT. ARTA PRIGEL. Dan ini wajar sebab pada peristiwa berdarah Tanggal 21 Maret 2020, ada 2 warga bernama Suryadi dan Putra dibunuh oleh security perusahaan dengan menikam pakai pisau dan parang, kemudian 2 warga lainnya ikut terluka yaitu Marlin dan Lion. 
Walaupun sudah ada korban jiwa ternyata tidak juga membuat pemerintah daerah Langkat bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan tanah warga yang pada tahun 1994 diambil secara paksa oleh perusahaan. Semua upaya telah dilakukan oleh masyarakat dan juga sudah ada rekomendasi dari DPRD LAHAT, GUBERNUR dan juga dari MENTERI ATR/BPN agar Bupati harus segera menyelesaikan persoalan sengketa lahat tersebut dan juga mengenai persoalan hukumnya. Namun, sampai hari ini belum ada progres dari Bupati untuk membahas penyelesaian konflik itu dan dari aparat Kepolisian juga tidak ada progres untuk menangkap pelaku lainnya. Ini sudah berlangsung 40 hari. Wajar saja masyarakat marah dan mengambil pilihan untuk kembali menduduki dan mengklaim lahan tersebut. Saya berharap, simbol bahwa rakyat menginginkan betul tanahnya kembali harus segera ditangani dan Pemerintah harus mengambil langkah- langkah cepat walaupun saat ini sedang dalam situasi wabah Covid-19 ini, agar tidak terjadi lagi pertumpahan darah. Dan sesungguhnya ini peluang bagi Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lahat segera menjalankan perintah Konstitusi dan Presiden untuk mewujudkan REFORMA AGRARIA.
Pernyataan dari Dedek Chaniago sebagai Sekjend Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan.
Sementara itu Ketua DPD GERCIN Sumatera Selatan, Risdiana mengatakan agar permasalahan ini untuk segera ditindak lanjuti oleh Bupati Lahat dan pihak Polresta Lahat dan dapat menangkap para pelaku pembunuhan warga Pagar Batu tersebut.

Komentar

BERITA TERBARU